Sarita :)
Wednesday, May 28, 2014
Are you dare enough?
Sarita :)
Thursday, October 17, 2013
Seratus Empat Puluh Enam
| "Melipat Batas" - Kumpulan Kisah Inspiratif Pemenang Beasiswa IELSP di Negeri Paman Sam |
Thursday, May 23, 2013
Sebuah tulisan: Indah Dibalik Hujan
Sebuah kutipan dari Moammar Emka :)
cinta menautkannya kembali.
bersyukurlah kita masih punya cinta dan hati.
bersiaplah untuk jatuh dan patah.
Pasti jatuh dan patah sebelum waktunya.
Sunday, July 22, 2012
Indonesian Day di Arizona State University
Bagi saya, nasionalis muncul saat saya berada di negeri orang. Saat saya dan 19 teman lainnya mendapatkan kesempatan belajar di Arizona, US, merupakan pengalaman tak terlupakan. Selain saya mendapatkan ilmu tentang Amerika, waktu yang saya habiskan disana membuat saya kemudian menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang luar biasa. Saya memang tidak membawa keterampilan tarian, permainan alat musik tradisional ataupun keterampilan khas Indonesia lainnya. Sejujurnya, sebelum saya menjejakkan kaki di Arizona, saya sama hal nya dengan masyarakat lain yang antusias saat Indonesia berprestasi kemudian masa bodoh setelah hal itu berlalu. Namun, pengalaman ini membuat saya kemudian mendadak jatuh cinta pada negara ini. Terlepas dari segala kekurangannya, saat saya berada di negeri orang, kangen luar biasa sama Indonesia rasanya susah unuk ditahan. Mungkin perasaan ini juga dirasakan oleh ratusan bahkan ribuan orang Indonesia lainnya yang pernah atau sedang berada di luar negeri.
Saya dan 19 orang-orang luar biasa lainnya merancang pembuatan Indonesian Day sejak dari sebelum keberangkatan kami ke Arizona. Jujur (lagi), awalnya saya menjadikan Indonesia Day ini sebagai tradisi karena melihat angkatan sebelumnya membuat kegiatan yang sama. Melihat teman-teman lainnya siap dengan keterampilan khas Indonesia nya, saya cukup minder melihat saya tidak membawa keterampilan apapun. Lantas, satu-satunya keterampilan yang saya bawa ialah keterampilan organisasi. Saya pun dipercaya teman-teman dan kemudian berkontribusi dalam kegiatan ini sebagai event coordinator.
Indonesian Day merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan kayanya Indonesia akan keanekaragaman. Hal ini didukung dengan anak-anak yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia; Barat, Tengah, dan Timur. Sedemikian rupa kami ber-20 merancang kegiatan ini didukung dan dibantu oleh Permias (Indonesia Student Association). Kami saling berbagi tugas dan yang paling penting berlatih tiada henti. Keinginan kami untuk menampilkan yang terbaik membuat kami terpacu untuk berlatih. Tidak ada perjalanan yang tak berbatu. Well,pembuatan acara ini berjalan tidak mulus. Hambatan secara teknis ataupun sedikit slek disana-sini menjadi hal yang wajar dan saya rasa terjadi di setiap proses pembuatan suatu acara. Namun pada akhirnya acara ini dapat dilaksanakan dan masalah-masalah tersebut perlahan-lahan terselesaikan. Secara resmi, acara ini pun dilaksanakan di Farmer Education Building Arizona State University pada tanggal 20 April 2012.
Kegiatan ini dilaksanakan dengan beragam pertunjukkan dari mulai tarian, nyanyian, fashion show hingga lomba-lomba 17-an. Tarian yang ditampilkan antara lain: Tari Topeng, Tari Indang dan Tari Cakaiba. Selain tarian, adapun lagu-lagu tradisional berbahasa daerah antara lain: seroja, rek ayo rek, dan yamko rambe yamko. Lomba-lomba yang kami selenggarakan ialah lomba-lomba 17-an yaitu lomba makan kerupuk dan lomba sendok kelereng. Tak lupa adanya penampilan pencak silat dan perkenalan budaya Indonesia dalam sesi fashion show yang menampilkan 20 peraih beasiswa dari Indonesia dengan menggunakan 20 baju adat yang berbeda, merepresentasikan daerah masing-masing. Fashion show ini lengkap dengan adanya iringan lagu daerah dengan slide show mengenai keistimewaan daerah masing-masing.
Bagi saya, keindahan yang luar biasa terletak pada saat kami menyanyikan Indonesia Raya. Perasaan saya saat itu campur aduk. Bahagia, bersyukur, terharu, dan bangga dalam waktu yang bersamaan. Saya,masih dengan amat jelas, melihat kurang lebih 150 audience yang terdiri dari orang-orang Indonesia di Arizona dan tamu asing yang terdiri dari guru, staf dari AECP, hostfamily ataupun mahasiswa ASU lain. Masih jelas saya bisa melihat orang-orang Indonesia berdiri dengan gagah dan ikut bernyanyi bersama kami dengan lantang. Khidmatnya luar biasa, keheningan pecah akan kata dalam irama lagu Indonesia Raya ditengah gedung Farmer Education yang semi-outdoor. Saya rasa, disitulah titik dimana kemudian saya jatuh cinta luar biasa pada Indonesia. Bisa jadi, hal ini juga terjadi pada 19 sahabat lainnya juga.
Momen luar biasa lainnya ada pada saat penutupan, yaitu lagu Indonesia Jaya. Saat perancangan acara, saya bersemangat menyarankan untuk menyanyikan lagu ini kepada teman-teman lain. Kenapa? Karena saya bisa merasakan indahnya lagu ini setiap kali saya dan teman-teman paduan suara di kampus menyanyikan lagu ini. Simpel, saya ingin menampilkan keindahan yang sama di dunia internasional. Benar saja, walaupun tidak ada pembagian suara dan tidak didukung teknik vokal yang istimewa, penampilan saat itu tidak kalah indah dengan tampil bersama paduan suara. Susah payah saya menahan rasa terharu setiap kami berlatih lagu ini di sela-sela kesibukkan belajar di Arizona State University. Lagu ini mengingatkan saya untuk kembali bersyukur dan bersyukur. Bersyukur bahwa saya mendapatkan kesempatan emas ini, bersyukur bahwa saya berhasil menginjak tanah Amerika, bersyukur bahwa saya orang Indonesia...
Melihat penghayatan dan kesungguhan teman-teman berlatih setiap hari, we've been through a lot together. Pada akhirnya, di tengah keanekaragaman, di akhir acara ini, dengan alunan gitar akustik, bersama-sama kami bernyanyi lagu Indonesia Jaya dengan segenap hati dan bergandengan tangan. Luar biasa rasanya saya melihat 20 orang dengan 20 kostum yang berbeda tengah bergandengan tangan dan berbaur jadi satu. Dengan jelaspun saya melihat satu persatu wajah warga Indonesia lainnya yang menetap di Arizona melepaskan senyum simpul dan menyiratkan ekspresi "Saya orang Indonesia dan bangga akan hal itu".
Selepas acara, kami melakukan evaluasi singkat. Evaluasi berlangsung cukup emosional namun pada akhirnya itu menjadi titik bahwa kami jadi lebih menyatu dan memahami antara satu dan yang lainnya. Terlebih, seusai evaluasi, kami mendapatkan begitu banyak respon positif atas kegiatan tersebut dan senang rasanya melihat bahwa kini semakin banyak orang asing yang 'menyadari' kehadiran Indonesia dengan keanekaragaman dan keindahan.
Berikut adalah foto-foto yang menggambarkan suasana berlangsungnya acara pada saat itu:
Mari lestarikan kembali budaya Indonesia.
Thursday, September 22, 2011
A poem : dedicated for you :)
Learn from yesterday, live for today, hope for tomorrow. The important thing is not to stop questioning.
Albert Einstein
Ini adalah lantunan kata-kata untuk kalian :
Thursday, March 24, 2011
love thingy
Monday, March 7, 2011
Everyone is a leader
Lao Tzu
Friedrich Nietzsche
Friday, February 4, 2011
Recipe
Add one teaspoon of uncertainty and whisk
Add two tablespoon of bad news
One big decision
300 fairy cakes
One smile and a couple of blushes
A handful of memories
One kiss - add more if desired
A sprinkling of jealousy
Gently fold in some hope
Five heaped teaspoons of tears
865 mince pies and two Christmas wishes
Mix all the ingredients together. bake for 365 days
(taken from: a novel: Sugar and Spice by Jules Stanbridge
Thursday, November 11, 2010
Who Packs your Parachute ?
Charles Plumb was a U.S. Navy jet pilot in Vietnam. After 75 combat missions, his plane was destroyed by a surface-to-air missile. Plumb ejected and parachuted into enemy hands. He was captured and spent 6 years in a communist Vietnamese prison. He survived the ordeal and now lectures on lessons learned from that experience.
One day, when Plumb and his wife were sitting in a restaurant, a man at another table came upand said, You're Plumb! You flew jet fighters in Vietnam from the aircraft carrier Kitty Hawk. You were shot down!
How in the world did you know that? asked Plumb. I packed your parachute, the man replied.
Plumb gasped in surprise and gratitude. The man pumped his hand and said, I guess it worked!
Plumb assured him, It sure did. If your chute hadn't worked, I wouldn't be here today.
Plumb couldn't sleep that night, thinking about that man. Plumb says, I kept wondering what he might have looked like in a Navy uniform: a white hat, a bib in the back, and bell-bottom trousers. I wonder how many times I might have seen him and not even said 'Good morning, how are you?' or anything because, you see, I was a fighter pilot and he was just a sailor. Plumb thought of the many hours the sailor had spent on a long wooden table in the bowels of the ship, carefully weaving the shrouds and folding the silks of each chute, holding in his hands each time the fate of someone he didn't know.
Now, Plumb asks his audience, Who's packing your parachute? Everyone has someone who provides what they need to make it through the day. Plumb also points out that he needed many kinds of parachutes when his plane was shot down over enemy territory - he needed his physical parachute, his mental parachute, his emotional parachute, and his spiritual parachute. He called on all these supports before reaching safety.
Sometimes in the daily challenges that life gives us, we miss what is really important. We may fail to say hello, please, or thank you, congratulate someone on something wonderful that has happened to them, give a compliment, or just do something nice for no reason.
taken from : www.yourlifehappiness.com .
Monday, November 8, 2010
The story of two teardrops
Love is very strange. Love is unconditional commitment to an imperfect individual. You need it but when you love, it's like destining yourself for pain. You become addicted and dependent on the person. You become strong and at the same time, you open yourself up to being hurt. Love can make you bear any kind of pain and any kind of sacrifice. It can also make you feel stupid and act stupidly. Sometimes when you love and end up giving so much of yourself, subconciously you only discover how much you've given when the person you love hurts you or has to say goodbye.
Then you realize, an important part of yourself is already with that person. It goes away when he leaves and you are left with a sickening, empty feeling inside.
Tears are bound to shed from your eyes no matter how you force yourself to keep them in. Most teardrops ever shed on this earth have been for love or lack of it. When tears dry, a silent loss sticks to your heart for a long, long time.
Well, that's what you get for caring so much about someone. But how can you regret it? To give yourself freely and lovingly is the most beautiful thing you can do. Loving makes you real. Loving also makes you cry. And that is why a teardrop is also BEAUTIFUL.
this story taken from :
http://www.gagirl.com/stories/twoteardrops.htmlA cry for Help
One day it was announced to the feelings that the island would sink, so all repaired their boats and left.
Love was the only one who stayed. Love wanted to persevere until the last possible moment.
When the island was almost sinking, Love decided to ask for help.
Richness was passing by Love in a grand boat. Love said, "Richness, can you take me with you?" Richness answered, "No I can't..There is a lot of gold and silver in my boat. There is no place for you here."
Love decided to ask Vanity, who was also passing by in a beautiful vessel, "Vanity, please help me!" "I can't help you Love. You are all wet and might damage my boat," Vanity answered.
Sadness was close by so Love asked for help, "Sadness let me go with you." "Oh...Love, I am so sad that I need to be by myself!"
Happiness passed by Love too, but she was so happy that she did not even hear when Love called her!
Suddenly, there was a voice, "Come Love, I will take you." It was an elder. Love felt so blessed and overjoyed that he even forgot to ask the elder her name.
When they arrived at dry land, the elder went her own way. Love, realizing how much he owed the elder, asked Knowledge, another elder, "Who helped me?"
"It was Time," Knowledge answered.
"Time?" asked Love. "But why did Time help me?
Knowledge smiled with deep wisdom and answered, "Because only Time is capable of understanding how great Love is.

