Showing posts with label my review. Show all posts
Showing posts with label my review. Show all posts

Tuesday, April 1, 2014

Frozen : Disney that I miss!

http://cdn.culturemass.com/wp-content/uploads/2013/12/Frozen-Cover-622x401.jpg 

Seperti yang mungkin saja dialami banyak pecinta Disney di luar sana, saya gak mau kalah dengan keponakan saya yang berusia 3 dan 4 tahun. Belakangan, saya lagi demam Frozen, sebuah film karya Disney yang berkisah tentang hubungan kakak-beradik. Sebenarnya, bisa dibilang saya termasuk telat nonton film ini, tapi ternyata efeknya jauh lebih panjang dari banyak orang. Tidak hanya jalan ceritanya yang masih melekat di kepala saya, tapi juga lagu-lagu hits nya. 

Well, sebenarnya ada beberapa alasan kenapa Frozen sampai detik ini masih nempel di kepala saya. Alasan utamanya, as I mentioned on this blog post title, Frozen is a Disney movie that I miss! Bisa dibilang, saya tumbuh dengan karya Disney, lagu-lagu Disney, konsep bermimpi-nya Disney dan selalu berpegang teguh dengan kata-kata "Never Too Old For Disney". Sebenarnya, sampai dengan sebelum munculnya Frozen, begitu banyak film karya Disney yang keluar di pasaran. Untuk film animasi yang mengusung tema kerajaan dan putri, sebut saja The Princess and The Frog dan Tangled. Tapi ternyata kedua film itu hanya sampai pada tahap fair menurut pendapat saya. 

Nah, film Frozen akhirnya memberikan sesuatu yang saya rindukan dari film-film hits terdahulu Disney seperti Aladdin ataupun Beauty and The Beast. In my opinion, gaya dialog serta segi musikal film Frozen sama 'hidupnya' dengan Aladdin. Where I can find a stunning scene with the best song. Jika Aladdin, salah satu animasi Disney kesukaan saya, punya adegan A Whole New World - where a stunning scene get along with the hit song, maka Frozen punya adegan Let It Go. Entah kenapa, rasanya saat melihat adegan Frozen saat Elsa menyanyikan lagu Let It Go, sama dengan saat saya memutar kembali adegan Aladdin saat Al dan Jasmine menyanyikan lagu A Whole New World.

Saking demamnya saya dengan Frozen ini, saya pun langsung beraksi menjelajahi youtube untuk menelisik lebih dalam serta melihat-lihat many kinds of version dari soundtracknya. Berikut adalah video-video, baik versi cover ataupun versi original dari 3 lagu soundtrack Frozen favorit saya: Let it Go, Do You Wanna Build A Snowman? dan For The First Time in Forever :)

LET IT GO

ORIGINAL MOVIE VERSION (IDINA MENZEL)


BEST COVER VERSION
BY ALEX BOYE (AFRICAN VERSION)


25 LANGUAGES-VERSION


KOREAN VERSION (AILEE & HYORIN DUET)




DO YOU WANNA BUILD A SNOWMAN?

ORIGINAL MOVIE VERSION


ACOUSTIC COVER VERSION BY JUNIEL



FOR THE FIRST TIME IN FOREVER

ORIGINAL VERSION


Berdasarkan yang saya baca di International Business Times, kini film Frozen berhasil membalap film Toy Story 3 dan naik ke peringkat 10 dalam "Top Ten Highest Grossing Movies of All Time" versi Box Office Mojo dengan urutan sebagai berikut:

1. Avatar - $2,782.3
2. Titanic - $2,186.8
3. Marvel's The Avengers - $1,518.6
4. Harry Potter and the Deathly Hallows Part 2 - $1,341.5
5. Iron Man 3 - $1,215.4
Transformers: Dark of the Moon - $1,123.8
7. Lord of the Rings: The Return of the King - $1,119.9
8. Skyfall - $1,108.6
9. The Dark Knight Rises - $1,084.4
10. Frozen - $1,072.4
I can't wait to see Frozen live either in Disney Live or Disney On Ice yang selalu dihadirkan di Jakarta setiap tahunnya. Kalau one day Frozen hadir di Disney on Ice Jakarta, itu pasti jadi tontonan wajib! (walaupun sebenarnya tanpa Frozen pun tiap tahun nonton).
Sekian postingan kali ini seputar film Frozen. Postingan ini murni pendapat saya, didukung oleh youtube.com dan au.ibtimes.com .


*cheers! 
(REMEMBER! never too old for Disney!)

Sarita :)

Sunday, July 22, 2012

Indonesian Day di Arizona State University

Rasa nasionalis atau kecintaan kita terhadap Indonesia bisa dengan mudah dilihat saat Indonesia tengah berlaga di kompetisi-kompetisi tingkat internasional seperti AFF atau Uber-Thomas Cup. Kalau Indonesia tengah berlaga, saya merasakan aura yang berbeda karena mendadak seluruh warga memilih untuk menghabiskan waktu menonton pertandingan, menggunakan baju merah timnas di tempat umum, bahkan jumlah supporter yang luar biasa penuhnya saat saya menyaksikan pertandingan final AFF yang lalu di Gelora Bung Karno, Jakarta. Berada di tengah lautan merah putih dalam stadion, rasanya istimewa. Luar biasa. Apalagi saat menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama-sama. Lantangnya luar biasa. Tetapi, begitu pertandingan berakhir, orang-orang kembali pada kesibukkan masing-masing. Perlahan aura nasionalis itu memudar. Sebenarnya nasionalis yang dirasakan itu memang hanya sekedar kalau sedang berprestasi saja, atau memang ada di dalam diri kita?

Bagi saya, nasionalis muncul saat saya berada di negeri orang. Saat saya dan 19 teman lainnya mendapatkan kesempatan belajar di Arizona, US, merupakan pengalaman tak terlupakan. Selain saya mendapatkan ilmu tentang Amerika, waktu yang saya habiskan disana membuat saya kemudian menyadari bahwa Indonesia adalah negara yang luar biasa. Saya memang tidak membawa keterampilan tarian, permainan alat musik tradisional ataupun keterampilan khas Indonesia lainnya. Sejujurnya, sebelum saya menjejakkan kaki di Arizona, saya sama hal nya dengan masyarakat lain yang antusias saat Indonesia berprestasi kemudian masa bodoh setelah hal itu berlalu. Namun, pengalaman ini membuat saya kemudian mendadak jatuh cinta pada negara ini. Terlepas dari segala kekurangannya, saat saya berada di negeri orang, kangen luar biasa sama Indonesia rasanya susah unuk ditahan. Mungkin perasaan ini juga dirasakan oleh ratusan bahkan ribuan orang Indonesia lainnya yang pernah atau sedang berada di luar negeri.

Saya dan 19 orang-orang luar biasa lainnya merancang pembuatan Indonesian Day sejak dari sebelum keberangkatan kami ke Arizona. Jujur (lagi), awalnya saya menjadikan Indonesia Day ini sebagai tradisi karena melihat angkatan sebelumnya membuat kegiatan yang sama. Melihat teman-teman lainnya siap dengan keterampilan khas Indonesia nya, saya cukup minder melihat saya tidak membawa keterampilan apapun. Lantas, satu-satunya keterampilan yang saya bawa ialah keterampilan organisasi. Saya pun dipercaya teman-teman dan kemudian berkontribusi dalam kegiatan ini sebagai event coordinator.

Indonesian Day merupakan suatu kegiatan yang bertujuan untuk memperkenalkan kayanya Indonesia akan keanekaragaman. Hal ini didukung dengan anak-anak yang berasal dari berbagai daerah di seluruh Indonesia; Barat, Tengah, dan Timur. Sedemikian rupa kami ber-20 merancang kegiatan ini didukung dan dibantu oleh Permias (Indonesia Student Association). Kami saling berbagi tugas dan yang paling penting berlatih tiada henti. Keinginan kami untuk menampilkan yang terbaik membuat kami terpacu untuk berlatih. Tidak ada perjalanan yang tak berbatu. Well,pembuatan acara ini berjalan tidak mulus. Hambatan secara teknis ataupun sedikit slek disana-sini menjadi hal yang wajar dan saya rasa terjadi di setiap proses pembuatan suatu acara. Namun pada akhirnya acara ini dapat dilaksanakan dan masalah-masalah tersebut perlahan-lahan terselesaikan. Secara resmi, acara ini pun dilaksanakan di Farmer Education Building Arizona State University pada tanggal 20 April 2012.


Kegiatan ini dilaksanakan dengan beragam pertunjukkan dari mulai tarian, nyanyian, fashion show hingga lomba-lomba 17-an. Tarian yang ditampilkan antara lain: Tari Topeng, Tari Indang dan Tari Cakaiba. Selain tarian, adapun lagu-lagu tradisional berbahasa daerah antara lain: seroja, rek ayo rek, dan yamko rambe yamko. Lomba-lomba yang kami selenggarakan ialah lomba-lomba 17-an yaitu lomba makan kerupuk dan lomba sendok kelereng. Tak lupa adanya penampilan pencak silat dan perkenalan budaya Indonesia dalam sesi fashion show yang menampilkan 20 peraih beasiswa dari Indonesia dengan menggunakan 20 baju adat yang berbeda, merepresentasikan daerah masing-masing. Fashion show ini lengkap dengan adanya iringan lagu daerah dengan slide show mengenai keistimewaan daerah masing-masing.

Bagi saya, keindahan yang luar biasa terletak pada saat kami menyanyikan Indonesia Raya. Perasaan saya saat itu campur aduk. Bahagia, bersyukur, terharu, dan bangga dalam waktu yang bersamaan. Saya,masih dengan amat jelas, melihat kurang lebih 150 audience yang terdiri dari orang-orang Indonesia di Arizona dan tamu asing yang terdiri dari guru, staf dari AECP, hostfamily ataupun mahasiswa ASU lain. Masih jelas saya bisa melihat orang-orang Indonesia berdiri dengan gagah dan ikut bernyanyi bersama kami dengan lantang. Khidmatnya luar biasa, keheningan pecah akan kata dalam irama lagu Indonesia Raya ditengah gedung Farmer Education yang semi-outdoor. Saya rasa, disitulah titik dimana kemudian saya jatuh cinta luar biasa pada Indonesia. Bisa jadi, hal ini juga terjadi pada 19 sahabat lainnya juga.

Momen luar biasa lainnya ada pada saat penutupan, yaitu lagu Indonesia Jaya. Saat perancangan acara, saya bersemangat menyarankan untuk menyanyikan lagu ini kepada teman-teman lain. Kenapa? Karena saya bisa merasakan indahnya lagu ini setiap kali saya dan teman-teman paduan suara di kampus menyanyikan lagu ini. Simpel, saya ingin menampilkan keindahan yang sama di dunia internasional. Benar saja, walaupun tidak ada pembagian suara dan tidak didukung teknik vokal yang istimewa, penampilan saat itu tidak kalah indah dengan tampil bersama paduan suara. Susah payah saya menahan rasa terharu setiap kami berlatih lagu ini di sela-sela kesibukkan belajar di Arizona State University. Lagu ini mengingatkan saya untuk kembali bersyukur dan bersyukur. Bersyukur bahwa saya mendapatkan kesempatan emas ini, bersyukur bahwa saya berhasil menginjak tanah Amerika, bersyukur bahwa saya orang Indonesia...

Melihat penghayatan dan kesungguhan teman-teman berlatih setiap hari, we've been through a lot together. Pada akhirnya, di tengah keanekaragaman, di akhir acara ini, dengan alunan gitar akustik, bersama-sama kami bernyanyi lagu Indonesia Jaya dengan segenap hati dan bergandengan tangan. Luar biasa rasanya saya melihat 20 orang dengan 20 kostum yang berbeda tengah bergandengan tangan dan berbaur jadi satu. Dengan jelaspun saya melihat satu persatu wajah warga Indonesia lainnya yang menetap di Arizona melepaskan senyum simpul dan menyiratkan ekspresi "Saya orang Indonesia dan bangga akan hal itu".

Selepas acara, kami melakukan evaluasi singkat. Evaluasi berlangsung cukup emosional namun pada akhirnya itu menjadi titik bahwa kami jadi lebih menyatu dan memahami antara satu dan yang lainnya. Terlebih, seusai evaluasi, kami mendapatkan begitu banyak respon positif atas kegiatan tersebut dan senang rasanya melihat bahwa kini semakin banyak orang asing yang 'menyadari' kehadiran Indonesia dengan keanekaragaman dan keindahan.

Berikut adalah foto-foto yang menggambarkan suasana berlangsungnya acara pada saat itu:

 Latihan tiada henti, dimanapun, kapanpun ;)

 Tari Topeng

Pencak Silat Asad



Tari Cakaiba 

Tari Indang

Lomba makan kerupuk

Lomba balap sendok kelereng

Kemeriahan penutupan acara

Saya pun kini menganggap Indonesian Day ini tidak lagi sebagai suatu tradisi sebagai peraih beasiswa IELSP. Tetapi, lebih kepada kesadaran bahwa  Indonesia adalah negara yang kaya dan beragam. Kegiatan ini menjadi kontribusi kami kepada tanah air, Indonesia. Respon positif dari para pengunjung membuat kami merasa bahagia dan bangga karena telah memperkenalkan apa yang Indonesia miliki di dunia internasional. 

Terima kasih saya ucapkan pada tim kami yang luar biasa, yang terdiri atas 20 anak muda Indonesia. Terima kasih pada permias, keluarga besar Indonesia di Arizona, Amy (koordinator kelompok kami), dan seluruh pihak terkait yang membantu berlangsungnya acara hingga selesai. Terima kasih pada seluruh penonton yang hadir dan menikmati suguhan sederhana selama 2 jam yang sarat akan nilai budaya. Mudah-mudahan kegiatan ini mampu menginspirasi anak muda Indonesia lainnya atau siapapun yang mampir dan membaca tulisan ini. 

Mari lestarikan kembali budaya Indonesia.
'Masak' hingga matang budayanya. 
'Suguhkan' baik secara domestik atau internasional.
Bersiap untuk jatuh cinta (kembali) dan terus cinta ditengah keragaman dan perbedaan :)
Here I am, write and share :D

Sarita




Saturday, March 5, 2011

Pimp Your Blog

I'm just surfing around the net, and found some websites that're very useful for making your blog nicer. Now, I just wanna share them to you. Here they are :

1) Shabby Blogs
    Here, you can find the nicest wallpaper, buttons, blog devider, backgrounds etc. *they're all very nice! trust
    me ;)
2) Bliggity Blog
    In here, you can find so many wallpapers. Mostly, they're simple and pastel. You can choose standard,
    widened or full-width wallpapers.
3) Leelou Blogs
    Here, you can find sooo many cute templates for your blog! (for example, the one that I'm using now)
    Beside some templates, there're some background for your twitter and computer desktop theme.
4) The Cutest Blog on the Block
    Find some cute blog backgrounds and blog animations!

So now, just try some links that I've told and be ready to PIMP YOUR BLOG! *enjoy*

Thursday, December 30, 2010

Hiduplah Indonesia Raya !






foto diatas adalah murni jepretan saya dari stadion Gelora Bung Karno (agak burem, maklum..bukan professional photographer :) ). 

hari Rabu, tanggal 29 Desember 2010 saya dan rombongan pergi menyaksikan secara langsung perjuangan Timnas Indonesia di final AFF tahun 2010 melawan Malaysia. tidak ingin kehabisan tempat duduk, kami pun datang ke lokasi pukul 3 sore sedangkan kick-off pada pukul 7 malam. 

betapa saya terkagum saat saya menjejakkan kaki di lokasi dan melihat sekitar (ini kali pertama saya menyaksikan langsung di GBK) penuh dengan warna merah dan putih. warna bendera Indonesia. pedagang baju, stiker, selendang dan beragam atribut lainnya menambah aura nasionalis di depan stadion.belum saya masuk , tapi saya sudah merasakan semangat yang muncul di balik selimut merah dan putih itu.

duduklah saya dan rombongan di dalam stadion, mencari tempat terbaik. jeda waktu diisi dengan beragam performance dari artis dalam dan luar negeri. antara lain Syahrini dan White Lion (katanya. panggung agak jauh). beragam lagu pun dinyanyikan antara lain Garuda di dadaku (yang pasti selalu ada), halo-halo Bandung, Bendera, Indonesia Jaya, Rasa Sayange dan banyak lagu-lagu bertemakan Indonesia lainnya. saya pun mulai merasakan deg-degan yang makin menjadi saat mobil PSSI memasuki kawasan GBK. betapa riuh dan semangatnya para suporter menyambut kedatangan sosok yang diidolakan baik Irfan Bachdim, Gonzales (yang mewarnai media beberapa minggu terakhir) atapun yang lokal seperti Bustomi atau Bambang Pamungkas.

kira-kira pukul 5 sore, bangku-bangku pun mulai padat dipenuhi ribuan suporter yang mengenakan pakaian berwarna merah-putih lengkap dengan atributnya. semakin riuh penonton saat pemain Timnas dan pemain Malaysia melakukan pemanasan di tengah lapangan. dengan bersemangat, seluruh suporter meneriakkan kata ' Indonesia ' lengkap dengan bunyi gendang dan terompet. tak lupa lagu garuda di dadaku. :)

kira-kira pukul 7 kurang 5 menit, seluruh tim keluar dan siap melakukan pembukaan dengan lagu kebangsaan masing-masing negara :

 suasana ini adalah salah satu yang paling saya tunggu dan jarang ada walaupun dalam perayaan hari kemerdekaan sekalipun. puluhan ribu orang (di dalam stadion) dan ribuan orang (diluar GBK) menyanyikan lagu Indonesia Raya bersama. merinding melihat lautan merah putih di sekeliling GBK dan dengan khidmat bernyanyi bersama. (video suasana Indonesia Raya akan saya upload menyusul). Detik itu, saya dapat merasakan semangat nasionalis yang luar biasa. mendukung yang terbaik untuk Timnas Indonesia.

Saya sangat menikmati pertandingan walaupun sejujurnya, menonton lansung di stadion jauh lebih bikin stres ketimbang nonton di televisi. puluhan peluang lewat begitu saja termasuk pinalti, kesempatan untuk menaikkan semangat juang dan meraih peluang kemenangan. namun sayang, ternyata Malaysia lebih dulu mencetak gol ke gawang Indonesia yang langsung disambut kekecewaan beberapa suporter. (suporter yang duduk di depan saya langsung pulang bersama rombongan saat gawang Indonesia kebobolan) namun ternyata puluhan ribu lainnya lebih memilih duduk di tempat dan mendukungn Timnas sampai menit terakhir. banyak hal yang saya lihat disana, antara lain permainan Indonesia yang lebih baik dan dukungan suporter yang tidak pernah lelah mendukung timnas Indonesia. 

saat Indonesia berhasil mandapatkan poin dan skor berubah menjadi 1-1, seluruh lautan merah putih bersorak dan disambut kembang api meriah di luar stadion (dinyalakan oleh mereka yang nonton bareng lewat big screen). aura semangat langsung meningkat walaupun waktu tinggal tersisa kurang lebih 15 menit dan 4 poin untuk menang. saya percaya bahwa semangat suporter memacu para pemain sehingga mereka mampu mencetak satu buah gol lagi sehingga skor leg.2 kini dipimpin oleh Indonesia dengan skor 2-1. namun ternyata kemenangan di leg.2 tidak membawa Indonesia untuk menyentuh piala AFF. but well, ternyata pengalaman pertama saya menonton GBK menimbulkan banyak pemikiran dan hal-hal di luar dugaan. dan saya, entah mengapa, tidak terlalu merasa kecewa atas anugrah runner-up yang disandang Timnas. justru saya bangga akan kemenangan yang selesai tanpa adanya kerusuhan atau bentuk balas dendam terhadap timnas Malaysia.
memang sempat ada sebuah sorotan laser namun ternyata hal tersebut tidak berlangsung lama. saat laser muncul, bukannya mendukung sebagai upaya balas dendam, malah suporter lain menyoraki si penyorot laser untuk segera mematikan laser tersebut. hal itu adalah salah satu yang membuat saya kagum pada suporter Indonesia yang mencoba untuk tetap sportif. merekapun menahan diri untuk tidak menyalakan petasan besar / kembang api sampai closing ceremony. 

saya pun melihat banyak para penonton yang tetap bangga akan prestasi dan usaha keras timnas. berikut adalah kutipan-kutipan luar biasa dari para pemain Timnas lewat jejaring sosial Twitter:

Irfan Bachdim -->
"We beat them twice!! It's not enough to win the cup. But we are the BEST of the whole tournament! And our supporters are the best !!"
"Not always the best win!! "

Bambang Pamungkas -->
"Ternyata 6 kemenangan dan hanya sekali kalah, belum mampu membawa pulang trophy itu saudara-saudara. tetap semangat!"

Bambang Pamungkas pun sempat bilang di sebuah media televisi, bahwa Indonesia menang, tapi tidak juara. well,mungkin memang belum waktunya. yang pasti saya bangga akan Timnas beserta suporter yang tak lelah menyerukan nama Indonesia selama 90 menit pertandingan berlangsung. mudah-mudahan Timnas makin berkembang dan mampu meraih prestasi lebih banyak lagi (trophy AFF menanti tahun depan.amin). sepakbola telah menyatukan masyarakat Indonesia dengan berbagai bahasa, status sosial, agama dan beragam perbedaan lainnya. mudah-mudahan semangat nasionalis ini tidak mudah menghilang begitu saja . Semangat untuk Timnas Indonesia ! :)



keterangan gambar:
(atas) supoter di sisi sebelah kanan saya.
(samping) suporter di sisi kiri saya.









tunggu postingan selanjutnya!
untuk video 'bernyanyi Indonesia Raya' dalam final piala AFF 2010.