Monday, November 8, 2010

A cry for Help

Once upon a time, there was an island where all the feelings lived: Happiness, Sadness, and all of the others, including Love.

One day it was announced to the feelings that the island would sink, so all repaired their boats and left.

Love was the only one who stayed. Love wanted to persevere until the last possible moment.

When the island was almost sinking, Love decided to ask for help.

Richness was passing by Love in a grand boat. Love said, "Richness, can you take me with you?" Richness answered, "No I can't..There is a lot of gold and silver in my boat. There is no place for you here."

Love decided to ask Vanity, who was also passing by in a beautiful vessel, "Vanity, please help me!" "I can't help you Love. You are all wet and might damage my boat," Vanity answered.

Sadness was close by so Love asked for help, "Sadness let me go with you." "Oh...Love, I am so sad that I need to be by myself!"

Happiness passed by Love too, but she was so happy that she did not even hear when Love called her!

Suddenly, there was a voice, "Come Love, I will take you." It was an elder. Love felt so blessed and overjoyed that he even forgot to ask the elder her name.

When they arrived at dry land, the elder went her own way. Love, realizing how much he owed the elder, asked Knowledge, another elder, "Who helped me?"

"It was Time," Knowledge answered.

"Time?" asked Love. "But why did Time help me?

Knowledge smiled with deep wisdom and answered, "Because only Time is capable of understanding how great Love is.


http://www.gagirl.com/stories/acryforhelp.html

Tuesday, July 13, 2010

tentang menulis

apa itu menulis ?
bagi saya, menulis adalah ekspresi . representasi. deskripsi.
menulis itu menghasilkan.
menulis itu berkata - kata.

apakah menulis itu sulit ?
ya. menulis itu sulit.
hasrat ingin menulis tumbuh dari dalam diri sendiri.
berkembang dengan latihan
menghasilkan dengan menunjukkan.

Hari ini, saya dan sepupu tercinta tengah dalam perjalanan menuju rumah seorang sahabat di daerah pasar minggu. dalam angkot, kami mengobrol tentang menulis.
obrolah kami tadi mengingatkan saya pada hasil cerita pendek pertama saya saat kelas 5 SD.
cerita itu masih polos. tanpa banyak kata kiasan dan apa adanya. seluruh kalimat bersifat denotatif. strict to the point.
saya berpikir, (*menurut saya) , semakin saya dewasa dan banyak membaca buku, maka semakin kompleks lah yang saya rasakan saat saya hendak berkarya. memang semakin dewasa, akan semakin berisi, tapi saya menemukan beberapa hal yang kemudian membuat pikiran saya semakin kompleks saat menulis seperti :
"cerita ini terlalu umum",
"ah..terlalu remaja"
atau..
"ah, mudah ditebak alurnya" dan lain lain.

sejujurnya, saya merindukan saat-saat saya menulis kelas 5 SD.
Polos. Alami. tidak dibuat-buat. tidak dipenuhi bermacam pikiran.
namun inilah hidup. sia sia jika umur semakin dewasa namun ilmu tak kunjung bertambah.

mengingat obrolan tadi pula, hasrat saya untuk menulis kembali tumbuh. sempat saya merasa 'menghilang' dari dunia menulis karena aktifitas di luar rumah yang terlalu banyak. namun, saya rasa, saya harus kembali ke dunia yang sangat saya sukai itu. jika tidak dilatih, maka saya akan jalan saja di tempat. seorang atlit jika hanya diam di tempat dan tidak melakukan apapun, maka ia tidak akan pernah memenangkan pertandingan sebesar apapun hasratnya untuk menggenggam sebuah piala.

selama liburan kuliah semester genap ini, saya berniat untuk melanjutkan kembali 'four'. sebuah novel setengah jadi yang saya buat saat saya baru lulus SMA. sebuah novel yang bercerita tentang persahabatan empat orang dalam satu universitas. selain itu, saya berniat untuk mengaktifkan kembali produktifitas saya dalam berkarya. dalam menulis. dalam membuat puisi. cerita pendek. semoga blog ini bisa membangun rasa percaya diri saya dalam menulis. perlahan tapi pasti ! :)